Multitugas Itu Hebat, Hanya Jika Berhasil- Review Bab 19 Buku "Hidup ini Singkat, Jangan Dibuat Berat / Life is Short, Make it Great"
Di era teknologi yang pesat, tuntutan pekerjaan sehari-hari semakin meningkat, membuat multitasking menjadi kebiasaan umum. Namun, apakah multitasking adalah cara yang benar untuk dilakukan? Mari kita bahas beberapa mitos dan kenyataan mengenai multitasking.
Mitos Multitasking
Mampu Melakukan Lebih dari Satu Tugas Sekaligus: Menurut penelitian neuropsikolog, ketika kita melakukan dua hal bersamaan, otak kita memprosesnya dalam urutan linear yang ketat. Profesor psikologi di UCSD menemukan bahwa otak berhenti sebentar sebelum merespon stimulus kedua, yang menunjukkan bahwa multitasking sebenarnya memperlambat kita.
Wanita Lebih Baik dalam Multitasking: Asumsi ini muncul karena banyaknya wanita yang menjadi ibu rumah tangga, yang harus beralih antara tugas satu ke tugas lain dengan cepat. Namun, kemampuan multitasking bukanlah sesuatu yang mudah bagi wanita maupun pria.
Multitasking Menjauhkan Burnout: Faktanya, jumlah jam kerja, kecepatan bekerja, dan keseimbangan antara kerja dan waktu luang lebih berperan dalam burnout daripada multitasking itu sendiri.
Orang Dilahirkan Mahir dalam Multitasking: Kemampuan multitasking berkembang karena banyaknya tugas yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Namun, ini tidak berarti multitasking adalah cara yang efektif.
Tantangan dalam Multitasking
Multitasking yang berlebihan cenderung mengimprovisasi tanpa rencana, tujuan, atau prioritas yang jelas. Sebaliknya, multitasking yang efektif melibatkan perencanaan ke depan, disiplin, dan penetapan prioritas yang jelas.
Prinsip Meraih Kesuksesan dalam Multitasking
Tetap Teratur Secara Fisik dan Mental: Pastikan meja kerja hanya berisi barang-barang yang relevan dengan tugas saat ini untuk mengurangi distraksi.
Prioritaskan Tujuan: Kelompokkan aktivitas berdasarkan prioritas dan alokasikan waktu untuk tugas penting terlebih dahulu.
Jujur dengan Diri Sendiri: Kenali batasan diri dan jangan memaksakan diri pada tugas yang tidak bisa diselesaikan.
Manfaatkan Teknologi: Gunakan shortcut dan alat bantu lainnya untuk meningkatkan efisiensi. Misalnya, dalam penulisan atau editing di Adobe Illustrator atau Photoshop, menghafalkan shortcut dapat menghemat waktu.
Padukan Tugas untuk Meningkatkan Efisiensi: Gabungkan beberapa aktivitas untuk menghemat waktu. Contohnya, ajak teman untuk berolahraga bersama agar tetap bisa menjaga hubungan sambil berolahraga.
Multitasking bukanlah tentang melakukan banyak tugas sekaligus, tetapi tentang mengelola waktu dan tugas dengan bijaksana. Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini, kita dapat mencapai kesuksesan tanpa harus terbebani oleh multitasking yang berlebihan. Tetap fokus pada satu tugas pada satu waktu, dan jadilah lebih produktif serta efisien.
.png)
0 Response to "Multitugas Itu Hebat, Hanya Jika Berhasil- Review Bab 19 Buku "Hidup ini Singkat, Jangan Dibuat Berat / Life is Short, Make it Great""
Posting Komentar