-->

Cara Membuat Lawan Bicara Memihak Kepada Kita : Mengupas Buku Bicara Itu ada Seninya

Cara Membuat Lawan Bicara Memihak Kepada Kita : Mengupas Buku Bicara Itu ada Seninya


Cara Membuat Lawan Bicara Memihak Kepada Kita: Mengupas Buku Bicara Itu Ada Seninya

    Seni berbicara bukan hanya sebatas penyampaian kata-kata, tetapi juga bagaimana kita dapat membuat lawan bicara memihak kepada kita. Dalam buku yang menarik, "Bicara Itu Ada Seninya," Saya akan memaparkan beberapa strategi  untuk menguasai seni berbicara agar dapat memenangkan hati dan dukungan dari lawan bicara.
Cover Buku Bicara Itu ada Seninya


1. Menciptakan Kata Kunci yang Memikat

    Menurut Philip Kotler dalam "Ten Deadly Marketing Sins," pentingnya kata kunci tidak hanya terbatas pada dunia pemasaran, tetapi juga merambah ke ranah percakapan sehari-hari. Dalam wawancara kerja, misalnya, kata kunci dapat menjadi kunci sukses. Oh Su Hyang yang merupakan penulis buku Bicara Itu Ada Seninya menekankan bahwa penggunaan kata kunci strategis dalam jawaban dapat membuat kita lebih menonjol di antara pelamar lain. Contohnya  
Saya sudah disiapkan menjadi manusia global. Sejak kecil, saya tinggal di luar negeri sehingga bisa berbahasa Inggris. Jika diterima di perusahaan ini, saya ingin bergabung dengan divisi overseas marketing dan mempersiapkan produk ke seluruh Dunia. Saya Saya pasti akan berkontribusi dalam melambungkan perusahaan ini menjadi perusahaan global 
     dengan mengusung kata kunci seperti "manusia global," kita dapat menarik perhatian tim pewawancara dan memberikan kesan yang mendalam.

2. Storytelling Sebagai Fondasi Kuat

    Steve Jobs, dalam peluncuran pertama iPod, membuktikan keefektifan storytelling. Dengan mengawali presentasinya dengan kata-kata puitis, "Seribu musik ada di kantong anda," lalu audiens melihat kantong celana jeans dan dia mengeluarkan benda kecil dengan berat 0,1kg. Benda itu Ipod yang memiliki kapasitas 5gb. Dengan pembawaan seperti itu akan lebih menarik, dibandingkan langsung menerangkan produk dan memberitahu harganya, yang dimana akan memunculkan respon 'terlalu mahal' dari audiens.Dengan pembawaaan seperti ini tentunya audiens tidak akan memberikan perhatian lebih kepada harga,, Dan dengan pembawaaan ala storytelling ini membuat Ipod menjadi pilihan pertama meskipun banyak pesaingnya yang menawarkan kapasitas dan harga yang lebih murah.

3. Konsistensi untuk Mendapatkan Jawaban 'Iya'

    Mendapatkan persetujuan dari lawan bicara bukanlah tugas yang mudah. Penelitian Daehong Communication menunjukkan bahwa konsistensi dan repetisi memainkan peran besar. Melalui iklan yang menarik dan pengulangan yang tepat, peluang untuk mendapatkan kata 'Iya' dari pendengar meningkat. Oleh karena itu, konsistensi dalam ajakan atau rayuan dapat membentuk persepsi positif dan meningkatkan kemungkinan penerimaan.

4. Mengetahui Masalah Lawan Bicara dengan SPIN Selling

Dalam berbicara, penting untuk memahami masalah yang dihadapi oleh lawan bicara. Konsep "SPIN Selling" yang mencakup Situasi, Problem, Implication, dan Needs-Payoff, memberikan pendekatan sistematis. Dengan menanyakan pertanyaan tentang situasi, mengidentifikasi masalah, mengeksplorasi implikasi negatif, dan akhirnya menawarkan solusi yang menguntungkan, kita dapat mengarahkan percakapan menuju dukungan yang diinginkan.Penjelasan lebihnya seperti ini
  • Situation, kita bisa tanyakan situasi yang tengah dihadapi oleh konsumen, bisa berupa pertanyaan 'Tinggal dimana' atau 'setiap liburan anda selalu kemana'
  • Problem Question berikan pertanyaan mengenai masalah yang dihadapi seperti"Anda merasa tidak nyaman kan?"
  • Implication Question,disini kita bisa menanyakan pengaruh buruk dari masalah tersebut. Bisa seperti "Berat juga ya, semestinya ada produk baru"
  • Needs Payyoff, disini kita bisamemberikan solusi sekaligus penawaran seperti "Di produk kami tidak  ada masalah seperti itu.Mungkin anda bisa mencobanya".
    Bicara bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang memenangkan hati dan dukungan lawan bicara. Dengan mempraktikkan strategi kata kunci, storytelling, konsistensi, dan SPIN Selling, sesuai yang dibahas pada buku Bicara Itu Ada Seninya di bagian BAB3. Kita dapat meningkatkan kemampuan berbicara kita dan membuat lawan bicara memihak kepada kita. Bagaimana kita berbicara ternyata memiliki dampak besar dalam membangun hubungan positif dan mencapai kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan.

Noted
    Artikel ini merupakan review dari buku"Bicara Itu ada Seninya" Bagian BAB3. Untuk kedepannya akan ada Artikel lain dengan pembahasan buku yang sama. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cara Membuat Lawan Bicara Memihak Kepada Kita : Mengupas Buku Bicara Itu ada Seninya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel