Keluh Kesah Kuliah di Kampus Daerah: Antara Keterbatasan dan Potensi Tersembunyi
![]() |
| UPI Kamda Tasikmalaya. Photo by EPERBIS |
Berkuliah di sebuah perguruan
tinggi negeri (PTN) adalah pencapaian yang luar biasa. Banyak orang harus
melalui seleksi ketat untuk bisa merasakan pengalaman ini, tetapi kenyataannya,
tidak semua mahasiswa merasa nyaman dengan lingkungan kampusnya. Di Indonesia,
banyak PTN yang memiliki kampus daerah, seperti Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Institut Teknologi Sepuluh
Nopember, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang memiliki kampus
daerah seperti di Tasikmalaya, Sumedang, Purwakarta, CIbiru, dan Serang. Dalam
artikel ini, saya akan mengeksplorasi pandangan seorang mahasiswa UPI Kampus
Daerah Tasikmalaya terkait kekurangan dan kelebihan kuliah di kampus daerah.
Kekurangan Kampus Daerah
1. Fasilitas yang Kurang Memadai
Fasilitas adalah salah satu aspek
utama yang sering menjadi sorotan di kampus daerah. Hal ini disebabkan oleh
fakta bahwa uang kuliah tunggal (UKT) yang dibayarkan oleh mahasiswa biasanya
akan masuk terlebih dahulu ke kampus pusat. Akibatnya, kampus daerah sering
kali tidak mendapatkan alokasi dana yang cukup untuk meningkatkan fasilitas
mereka. Di UPI Kampus Daerah Tasikmalaya, ini tampak dalam berbagai bentuk
seperti parkiran yang berantakan, kelas yang terbatas dan sering terjadinya
bentrok jadwal kelas, serta kantin yang minim dan kurangnya fasilitas olahraga
yang memadai. Meskipun ada subsidi uang dari pusat, tetapi menurut pendapat
saya, alokasi tersebut belum cukup memadai untuk menjadikan fasilitas kampus
daerah sebanding dengan kampus utama.
2. Lingkungan yang Tidak Sesuai
Salah satu hal yang sering
dilupakan adalah pentingnya lingkungan sekitar dalam proses pembelajaran.
Biasanya, mahasiswa yang memiliki jurusan yang sama dapat berinteraksi dan
berkolaborasi di lingkungan yang sesuai. Misalnya, jurusan Desain Produk Industri
biasanya berada di fakultas yang sama dengan jurusan seni atau desain lainnya,
sehingga kolaborasi dan berbagi ide dapat terjadi dengan lancar. Namun, di
kampus daerah, lingkungan ini sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan
mahasiswa. Contohnya, di UPI Kampus Daerah Tasikmalaya, terdapat jurusan
seperti PGSD, PGPAUD, Kewirausahaan, Bisnis Digital, dan Desain Produk Industri
yang berada di bawah satu atap, tetapi lingkungan yang tidak sejalan dengan
jurusan tersebut membuat peluang kolaborasi menjadi terbatas.
3. Sumber Daya Manusia (SDM) yang Terbatas
Keterbatasan SDM di kampus daerah
dapat menjadi kendala. Misalnya, dalam hal kegiatan mahasiswa (UKM) seperti
olahraga badminton, jumlah anggota cenderung terbatas karena hanya dari
beberapa jurusan tertentu. Hal ini berbeda dengan kampus utama yang memiliki
lebih banyak jurusan dan SDM, sehingga UKM memiliki lebih banyak anggota.
Kurangnya variasi dalam UKM di kampus daerah bisa menjadi penghambat potensi
mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di luar akademik.
4. Krisis Identitas
Sebagai mahasiswa kampus daerah,
terkadang sulit untuk menjawab pertanyaan seputar fakultas atau jurusan.
Misalnya, seorang mahasiswa Desain Produk Industri (DPI) di UPI Kampus Daerah
Tasikmalaya seharusnya berada di fakultas FSRD di kampus utama. Hal ini dapat
menimbulkan kebingungan identitas, dan mahasiswa mungkin merasa bingung atau
terisolasi dari mahasiswa yang berada di kampus utama.
Kelebihan Kampus Daerah:
1. Biaya Makanan dan Kost yang Terjangkau
Salah satu keuntungan besar kuliah
di kampus daerah adalah biaya makanan dan kost yang lebih terjangkau. Kehidupan
di kota-kota kecil atau daerah sering kali lebih ekonomis dibandingkan dengan
kota besar. Mahasiswa di kampus daerah seperti UPI Kampus Daerah Tasikmalaya
dapat menikmati harga makanan yang lebih murah dan pilihan kost yang lebih
terjangkau dibandingkan dengan mahasiswa di kampus utama. Ini dapat membantu
mengurangi beban finansial mahasiswa.
2. Peluang Kolaborasi dengan Jurusan Lain
![]() |
| Mokaku UPI Kamda Tasikmalaya 2023 |
Meskipun terdapat keterbatasan
lingkungan, ada potensi besar untuk kolaborasi antarjurusan. Mahasiswa di
kampus daerah sering kali memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan
mahasiswa dari jurusan berbeda dan berbagi pengetahuan serta ide. Ini bisa
menjadi peluang berharga untuk mengembangkan wawasan multidisiplin dan
memperluas jaringan sosial.
3. Kehidupan yang Tidak Terlalu Ramai
Kampus daerah sering kali memiliki
kehidupan yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai dibandingkan dengan kampus
utama. Hal ini dapat memberikan lingkungan yang lebih kondusif untuk fokus
belajar dan pengembangan diri. Mahasiswa di kampus daerah cenderung memiliki
lebih banyak kesempatan untuk merenung, berpikir, dan bekerja tanpa terlalu
banyak gangguan dari kehidupan perkotaan yang sibuk.
Kesimpulan
Kuliah di kampus daerah seperti UPI
Kampus Daerah Tasikmalaya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Meskipun ada tantangan seperti fasilitas yang kurang, lingkungan yang tidak
selalu sesuai, dan keterbatasan SDM, mahasiswa juga dapat menikmati biaya hidup
yang lebih terjangkau, peluang kolaborasi lintas jurusan, dan lingkungan yang
lebih tenang. Yang paling penting, pengalaman kuliah di kampus daerah dapat
membentuk karakter, kreativitas, dan ketahanan mahasiswa dalam menghadapi
berbagai tantangan. Sebagai mahasiswa, kita perlu memahami bahwa setiap
lingkungan belajar memiliki potensinya sendiri.


Halo kak, artikelnya menarik dan menginspirasi cek website kami juga kak Pabrik Mesin Air RO Malang
BalasHapus