5 Tanda Anak Sudah Kecanduan Bermain Game! Harus Di waspadai,Bahaya!
Di zaman yang sudah serba berkembang ini banyak fasilitas yang disediakan baik itu buat orang dewasa maupun anak anak tapi banyak anak yang salah menggunakan fasilitas ini ,misalnya game,harusnya game itu hanya jadi fasilitas hiburan tapi banyak anak anak yang menyalah gunakan game,bahkan parahnya lagi banyak anak anak yang menjadikan game sebagai prioritas dan tentunya sangat berbahaya ,Oleh sebab itu seorang orang tua,atau kaka harus sering perhatikan anaknya .Lalu bagai mana cara mengetahui nya .Inilah tanda atau ciri ciri Anak Kecanduan bermain Game online maupun offline . ya menurut pengalaman saya banyak sekali tanda tanda anak kecil mengalami kecanduan dalam bermain game.
Di zaman seperti ini kita tentu sangat Sulit sekali menghitung ada beberapa banyak anak kecil yang suka bermain game online maupun offline dan itu sangat sulit untuk dihilangkan kebiasaannua. Dan pada zaman ini kemajuan teknologi banyak yang disalah gunakan diantaranya menjadikan anak lebih suka untuk bermain game digital, dan di zaman ini kita tentu sering melihat anak anak yang masih dibawah umur bahkan TK yang sudah memiliki smarthphone.Disini kita tidak bisa menyalahi anak anak tapi juga kurang nya pengawasan dari orang tua dan orang dewasa sekitar .Menurut pengetahuan saya banyak sekali berbagai macam genre atau kategori dalam game yang se akan akan anak hanya ingin bersama smarthphine nya dan hal ini yang patut harus diawasi
Banyak anak yang terkena dampak buruknya diantaranya selalu bermalas malasan,banyak meninggalkan ibadahnya,dan yang parahnya menjadi emosian
Di post ini saya akan bahas tentang ciri ciri anak kecanduan bermain game online maupun offline
1.Prestasi Anak Menurun
Jika suatu prestasi anak menurun hal yang perlu disalahkan selain malas kemungkinan bermain game,Kenapa? karna jika Anak sering bermain game atau sudah bisa disebut kecanduan kalau parah .Biasanya memakai prinsip Anak yang butuh game bukan game yang butuh anak,dan sangat bertentangan karna tujuan dibuatnya game hanyalah untuk kesenangan semata (Just For Fun)
2.Anak sering meninggalkan ibadah
Untuk dampak ini tidak perlu ditanyakan lagi,menurut pengalaman saya saat ini anak anak lebih rela menghabiskan waktu di tempat wifi daripada mushola ya ini terjadi di kampung saya(Bojong Cideres) rata rata anak ya begitu,Jika di ingat saya waktu seumuran Anak sd sering sekali mengikuti Acara Agama seperti Ngaji di mushola dan hal lainnya(Bukan maksud pamer)tapi sekarang tidak .Ya untungnya tidak semua anak masih ada juga di kampung saya yang sering mengikuti acara agama seperti di atas.
3.Anak lebih memilih bermain game daripada bermain diluar
Di tanda tanda yang ke 3 ini lebih identik di sebut dengan istilah Nolep atau bisa dari singkatan no life(Tidak hidup dalam terjemahan bahasa inggris) tapi bukan maksud orang nya mati ya,tapi kata ini ditunjukan kepada anak yang bisa disebut anti sosial .Dan tentunya ini dampak buruk bagi kita mengingat manusia adalah makhluk sosial yang perlu bantuan orang lain dan tentunya orang tua memiliki peran penting dalam hal ini .Dan dampak nya sangat buruk jika anak sudah dibilang Anti sosial diantatanya tidak ada komunikasi dengan orang lain atau bisa disebut pemalu
Semua orang tentunya pasti memiliki Emosi ,tapi sebagian orang/anak lebih memilih sabar tapi apakah layak anak menjadi emosian yang parah? ya ini sangat tidak layak karna dampaknya akan terbawa hingga dewasa dan mau jadi apa jika orang mengandalkan emosinya tanpa rasa sabar?
5.Anak menjadi lebih Boros
Mungkin orang tua banyak yang tidak menyadari kenapa anaknya begitu boros.Ya jika borosnya untuk hal membeli makanan sih masih wajar, tapi banyak anak yang menggunalan uang untuk membeli kuota yang akan dijadikan bahan bermain game dan bisa jadi di Top Up kan atau disebut membeli item/barang di dalam game yang harus membeli dengan uang asli,Dan belakangan ini kita tahu ada yang sedang viral di televisi yaitu ibu yang tidak tahu anaknya top up game .setelah menerima tagihan ibu nya pun kahet melihat anaknya memiliki hutan belasan juta ke game online dan tentunya ini sangat berpengaruh buruk dan merugikan.
*Sesi Q&A(Question and answer ) atau Sesi tanya jawab
-Siapa yang harus mengawasi anak agar terjauh dari game? Orang dewasa/Orang tua
-Apa yang harus dilakukan orang tua agar anaknya tidak kecanduan bermain game? Yaitu dengan lebih mengawasi anaknya
-Bagaimana cara mengatasi anak yang kecanduan game online? Banyak misalnya mengatur jam bermain smartphone & komputer/laptop
-mengapa Anak kecanduan harus dilarang ? Karna sangat membahayakan masa depan anaknya sendiri.
AKHIR KATA
Saya selaku admin arisetyablog mengajak para orang tua atau orang dewasa untuk terus mengawasi anaknya agar tidak kecanduan bermain game karna ini berdampak pada masa depannya, dan tentunya kesuksesannya.Karna mengawasi anak adalah kewajiban yang harus dilakukan orang tua dan saya juga selaku admin arisetyablog di tanggal post yaitu Rabu 5 Juni yang bertepatan dengan hari raya idul fitri(1 syawal)meminta maaf yang sebesar besarnya kepada para viewers blog ini,pengikut,dan pengunjung barangkali di post saya banyak yang salah,kurang tepat, dan menyinggung kalian.Mohon di maafkan ya .


Good
BalasHapusThanksyou
BalasHapus