-->

Ayo ayo kita pergi makan-Sal Priadi

Lagu ini memiliki arti tersendiri bagi gw, saat gw masih tk dan bapa dulu emang sering keluar kota. ada yang selalu gw dan kaka gw (beda 5 tahun) tunggu. Real Good, sebuah merk susu yang dulu lumayan terkenal (sekarang masih ada tapi susah banget dijumpainya) bukan hal yang besar, tapi itu yang selalu kita tunggu. Dan saat gw SD keluarga kita ada habits nonton bareng jika Persib main. Dulu jadwal Liga Indonesia  (Indonesia Super League) kebanyakan pada sore hari. Gw yang ada sekolah madrasah tiap jam 1 siang sampai jam 4 kadang buru buru banget buat pulang (karena sekolah ke rumah jauh juga ya 3km an dan naik sepeda). Meskipun cuman kebagian nonton babak ke 2 tapi its oke, gw masih bisa nikmatin waktunya ama keluarga. Bukan susu real good tapi yang sering kita santap bareng adalah Martabak (seringnya  beli pas Persib main pada malam minggu) hanya ada  1 nama MARTABAK ENAK di daerah Kadipaten pada waktu itu "ROSALINDA" yang ada di deket kator POS karena harganya yang mahal (menurut kita) jadi kita biasanya hanya beli 1 rasa yaitu keju. Dan yang bikin spesial martabak itu bukan karena dari enaknya saja tapi dari "menunggu" ya juga karena antrian sudah pasti panjang. 

Bagian lirik "Hadiah tak seberapa dariku kar'na kamu s'lalu membahagiakan" bukan masalah nominal, tapi tentang bagaimana kita membangun sebuah momen.

Bagian lirik "Sisakan untuk kami, sisa berapa pun juga tak apa

Diterima" sepertinya dulu ada 8 potongan martabak dan biasanya mamah & bapa masing-masing mengambil 1 dan gw & kaka masing2 ngambil 3, kadang kalo tidak habis kita selalu terbiasa menarhnya dan memakan dibesok harinya (sambil nonton doraemon jam 8)

Dan jika gw cermati, ada beberapa hal yang masih gw pertahankan sampai sekarang (meskipun sendiri di perantauan) 

Nonton persib adalah 1 hal yang wajib, persetan dengan orang yang selalu bilang "ngapain nonton liga indo, mainnya tarkam" emang fakta sih, tapi seengganya klub itu pernah menjadi simbol kebersamaan keluarga kita. Dan ini yang membuat gw sesibuk apapun jadwalnya akan gw kosongkan buat nonton Persib.

Doraemon, masih menjadi tontonan favorit gw saat makan.

Dan sayangnya, sekarang momen NOBAR sambil nyemil martabak itu jarang. Kaka gw dengan istrinya, gw dengan kesibukan di luar kota (Tapi kita masih sering ngabarin tiap lagi nonton)



Kisah yang menarik, semoga bisa terulang lagi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to " Ayo ayo kita pergi makan-Sal Priadi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel