-->

Bad News is Good News: Kisah "Tuduhan" Dinasti Politik di UPI Tasikmalaya




Istilah "Bad news is a good news"  sering dikaitkan dengan jurnalis dan media massa. Menurut teori ini, berita negatif atau kontroversial cenderung menarik perhatian publik lebih banyak daripada berita positif. Tidak diketahui dari siapa awalnya, tetapi media Persma UPI Tasikmalaya, yang saya ketuai, saat ini mengalaminya. Ini dimulai dengan postingan edukasi tentang dinasti politik yang tidak terfokus pada rema UPI Tasikmalaya. Namun, sesuai bertepatan, BEM, DPM, dan MPM dijabat oleh mahasiswa yang sama dari satu prodi.

Tak lama kemudian, muncul sebuah komentar dari akun anonim yang menyuarakan keresahan, "Harus dihilangkan politik dominansi tersebut. Para pimpinan di atas berasal dari prodi yang sama dan himpunan yang sama. Ini tentu saja merusak citra dan marwah organisasi tinggi kampus. Terpilihnya mereka sudah direncanakan oleh para pimpinan serta senior terdahulu. Ini juga dapat memicu timbulnya kebijakan yang hanya akan menguntungkan satu pihak. Hilangkan politik dominansi pada mahasiswa di kampus. Demokrasi UPI Tasikmalaya milik semua mahasiswa UPI Tasikmalaya tanpa ada dominansi salah satu pihak🔥🔥👏".

Komentar ini kemudian mendapat tanggapan dari Ketua BEM Rema UPI Tasik tahun 2022, Rendi Rizki Sutisna, "Izin ya bang, aku pernah menjabat di BEM UPI Tasik tahun 2022. Meskipun sekarang Presbem, DPM, dan MPM di prodi PGSD, kalau saya ga pernah merencanakan dll. Ga semua senior dan pimpinan terdahulu merencanakan kok. Kalau Abang penasaran, langsung aja bang bilang ke para pimpinan Rema nya langsung. Tapi di sisi lain bagus kalau itu keresahan Abang atau himpunan atau prodi lain. Simple bang, Abang dan kawan-kawan ikut dalam kontestasi politik kampus, nyalon jadi Presma, jadi ketua DPM, jadi ketua MPM. Toh buktinya kemarin pencalonan Presma cuma satu Paslon dan aklamasi, berarti antara ga ada peminat mendaftar dari himpunan atau prodi lain. Atau himpunan dan prodi lain harus berani bermain di arus kencang."

Postingan yang awalnya sepi menjadi ramai dengan banyaknya tanggapan dari kalangan elit. Akun instagram DPM dan MPM UPI Bumi Siliwangi pun turut menyoroti. Tentu saja, ada dampak positif dari kejadian ini, yaitu meningkatnya insight dan bertambahnya follower di media Persma UPI Tasikmalaya.





Kisah ini menggambarkan bagaimana sebuah isu yang tampak negatif pada awalnya bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi di kalangan mahasiswa. Bad news, ternyata, memang bisa menjadi good news.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to " Bad News is Good News: Kisah "Tuduhan" Dinasti Politik di UPI Tasikmalaya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel