Kuota Zonasi 90% Apakah Siswa Merasa Terbantu? Atau Dirugikan?
Selamat untuk kalian yang telah dinyatakan lulus dari sekolah dan akan melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi.Khususnya kepada kalian yang sudah lulus dari tingkatan smp dan sebentar lagi akan mengenakan baju putih abu ya(jenjang sma).Dan tentunya di tingkatan selanjutnya semoga semangat belajar kalian bertambah.Tanggal 17 sampai 22 juni mendatang akan diselenggarakan PPDB Atau pendaftaran peserta didik baru di tahun 2019
Tapi ditahun kali ini terasa lebih beda di tahun sebelumnya karna sekarang menggunakan sistem Jalur zonasi yang dipasang dengan 90% Apa itu zonasi? Jadi zonasi adalah suatu batasan/jarak maksimal untuk memasuki sekolah. Dan untuk sisanya dipakai 5% sebagai jalur prestasi dan 5% nya lagi dipakai dengan jalur perpindahan orang tua.
Tujuan adanya zonasi tersebut adalah
1. Mendekatkan siswa dengan lingkungan sekolah
2. Peningkatan akses pendidikan
3. Kondisi siswa yang heterogen
4. Mendukung pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM)
5. Mendukung pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
6. Peningkatan kualitas guru
7. Menghilangkan praktik jual beli kursi dan pungutan liar [4].
Singkatnya tujuan adanya zonasi adalah agar ada pemerataan siswa di setiap sekolah dan siswa tidak perlu jauh untuk pergi kesekolah.Tapi adanya zonasi ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan para siswa.Misalnya dari group facebook Ensiklopedia Bebas ada yang berpendapat seperti ini
"Jalur zonasi inipun menurut saya sangatlah tidak adil dan merugikan, mereka yang memiliki nilai NHUN besar tapi jarak rumahnya menuju sekolah jauh akan kalah oleh mereka yang memiliki nilai NHUN kecil tapi jarak rumahnya dekat menuju sekolah, dan karena hal ini secara tidak langsung "membunuh" bakat, semangat, dan keinginan siswa karena akan timbul pertanyaan besar di benaknya seperti “Untuk apa belajar untuk UN buat masuk sekolah favorit tapi ujungnya kalah sama mereka yang memiliki nilai lebih kecil.” bukan tak mungkin akan ada siswa yang mengalami depresi akibat kebijakan tersebut." Dari Muhammad Firyal Dzikri
Group Ensiklopedia Bebas
Adapun komentarnya di group ensiklopedia yaitu
"Wahyu Eka Saputra
Udah mulai bagus kok kebijakannya
Dulu saya waktu masuk sma juga jadi korban sistem yang mirip zonasi ini. Alhasil masuk swasta
Tapi sistem ini masih kurang cocok kalau di tetapkan di kota kecil yang persebaran sma nya belum merata
Pakai sistem ini label sekolah kumuh / sekolah favorit bisa hilang
Solusi alternatifnya bisa diterapkan sma dengan sistem kelas favorit atau bahkan akselerasi , jadi yang emang kemampuannya lebih bagus gak merasa jadi korban
Jadi setiap sekolah punya kelas favorit yang berisikan siswa2 pilihan.
Tenang aja gaes yang gak keterima di sma favorit
Saya juga gitu , alhamdulillah gak terganggu sama sekali
Cuman ya gitu , uang habis cuma buat spp bulanan"
-Dari wahyu Eka saputra
"Menghapus julukan sekolah favorit" itu yang mereka katakan, menurut ku seharusnya penghapusan julukan sekolah favorit seharusnya diawali dengan pemerataan fasilitas dan peningkatan mutu guru."
-Dari Zed
Tapi menurut saya sendiri dengan adanya kuota zonasi sampai 90% ini menguntungkan sekolah dan siswa Why?Mengapa? Karna keuntungan untuk sekolah adalah terjadinya pemerataan siswa,dan tidak ada lagi istilah sekolah favorit atau tidak favorit karna semuanya sama.Dan juga keuntungan bagi siswa adalah mereka dapat menuju ke sekolah tidak terlalu jauh yang mungkin kita jadi hemat untuk mengeluarkan ongkos ke kendaraan umum Dan juga menghemat bensin bagi yang menggunakan kendaraan ke sekolahnya.Jadi tetap positive thinking ya dan jangan jadikan alasan kalian tidak masuk ke sekolah yang kalian inginkan menjadikan anda lebih malas jangan ya! Dan tentunya marilah kita berdoa dan berharap supaya ditingkatan selanjutnya kita dapat belajar lebih baik lagi :) diamanapun sekolahnya.Dan silahkan tulis pendapat kalian tentang adanya kuota 90% untuk zonasi di kolom komentar ya,komentar yang menurut saya baik akan saya masukan kedalam post ini.Sekian


0 Response to "Kuota Zonasi 90% Apakah Siswa Merasa Terbantu? Atau Dirugikan?"
Posting Komentar