Contoh Cerita Inspiratif Kisah Pohon Apel beserta Kuis/pertanyaan nya
1.
Bacalah teks cerita inspiratif yang berjudul “Kisah
Pohon Apel” dengan cermat!
2.
Analisislah teks cerita inspiratif
tersebut untuk menjawab pertanyaan berikut ini!
a.
Tuliskan struktur teks dilengkapi dengan contoh
kalimat!
b.
Temukan kaidah kebahasaan
yang terdapat pada teks cerita inspiratif “Kisah Pohon Apel” dilengkapi contoh
kalimat!
c.
Tuliskan contoh kalimat ungkapan
perasaan (simpati, empati, dan ungkapan perasaan pribadi) yang terdapat pada
teks cerita inspiratif tersebut!
d.
Apakah isi cerita tersebut,
tulislah dengan kalimat kalian sendiri?
e.
Tulislah inspirasi cerita
yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari!
KISAH POHON APEL
Sebagian dari kita mungkin sudah pernah
membaca cerita ini tapi apa salahnya saya muat kembali di pages ini buat
saudara-saudara kita yang belum pernah membaca cerita ini dan sebagai bahan
review buat yang sudah pernah membaca. Semoga bermanfaat………
Suatu masa dahulu, terdapat sebatang
pohon apel yang amat besar.Seorang kanakkanak lelaki begitu gemar bermain-main
di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut, memetik
serta memakan apel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu
terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi
tempat permainannya.
Pohon apel itu juga menyukai anak
tersebut. Masa berlalu… anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja.
Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pohon apel
tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel tersebut dengan
wajah yang sedih.
“Marilah
bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Aku
bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau,” jawab
remaja itu.
“Aku
mau permainan. Aku perlu uang untuk membelinya,” tambah remaja itu dengan nada
yang sedih.
Lalu
pohon apel itu berkata, “Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku.
Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang
kauinginkan.”
Remaja
itu dengan gembiranya memetik semua apel di pohon itu dan pergi dari situ. Dia
tidak kembali lagi selepas itu. Pohon apel itu merasa sedih.
Masa
berlalu…
Suatu
hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa. Pohon apel itu merasa gembira.
“Marilah
bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Aku
tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku
ingin membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bisakah kau
menolongku?” Tanya anak itu.
“Maafkan
aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kau boleh memotong dahan-dahanku yang
besar ini dan kau buatlah rumah daripadanya.” Pohon apel itu memberikan
cadangan. Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong ke semua dahan pohon
apel itu dan pergi dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi
kemudiannya merasa sedih karena remaja itu tidak kembali lagi selepas itu.
Suatu hari yang panas, seorang lelaki
datang menemui pohon apel itu. Dia sebenarnya adalah anak lelaki yang pernah
bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telah matang dan dewasa.
“Marilah
bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Maafkan
aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yang suka bermain-main di sekitarmu. Aku
sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, aku tidak
mempunyai perahu. Bolehkah kau menolongku?” Tanya lelaki itu.
“Aku
tidak mempunyai perahu untuk diberikan kepada kau. Tetapi kau boleh memotong
batang pohon ini untuk dijadikan perahu. Kau akan dapat belayar dengan
gembira,” kata pohon apel itu.
Lelaki itu merasa amat gembira dan
menebang batang pohon apel itu. Dia kemudian pergi dari situ dengan gembiranya
dan tidak kembali lagi selepas itu.
Namun
begitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin di mamah usia, datang
menuju pohon apel itu. Dia adalah anak lelaki yang pernah bermain di sekitar
pohon apel itu.
“Maafkan
aku. Aku tidak ada apa-apa lagi untuk diberikan kepada kau. Aku sudah
memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku untuk
kau buat perahu. Aku hanya ada tunggul dengan akar yang hampir mati…” kata pohon
apel itu dengan nada pilu.
“Aku
tidak mahu apelmu karena aku sudah tiada bergigi untuk memakannya, aku tidak
mahu dahanmu kerana aku sudah tua untuk memotongnya, aku tidak mahu batang
pohonmu kerana aku tidak berupaya untuk belayar lagi, aku merasa lelah dan
ingin istirahat,” jawab lelaki tua itu.
“Jika
begitu, istirahatlah di perduku,” kata pohon apel itu. Lalu lelaki tua itu
duduk beristirahat di perdu pohon apel itu dan beristirahat. Mereka berdua
menangis kegembiraan.
Tahukah kamu. Sebenarnya, pohon apel
yang dimaksudkan di dalam cerita itu adalah kedua-dua ibu bapak kita. Saat kita
masih muda, kita suka bermain dengan mereka. Ketika kita meningkat remaja, kita
perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita tinggalkan mereka, dan
hanya kembali meminta pertolongan apabila kita di dalam kesusahan. Namun
begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia
dan gembira dalam hidup. Anda mungkin terfikir bahwa anak lelaki itu bersikap
kejam terhadap pohon apel itu, tetapi fikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana
kebanyakan anak-anak masa kini melayani ibu bapak mereka.
Hargailah
jasa ibu bapak kepada kita. Jangan hanya kita menghargai mereka semasa
menyambut hari ibu dan hari bapak setiap tahun.
***
Allah
SWT berfirman :
“Kami
perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya,
ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah
(pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga
apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya
Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau
berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang
saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan)
kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya
aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [Q.S 46:15]
Belum ada kata terlambat
untuk kembali berbakti kepada kedua orang tua kita biarpun mereka sudah tidak
ada di dunia fana ini….MARI Text From : Bu Sri(Group WA B.Indo IX-B Onekas)
0 Response to "Contoh Cerita Inspiratif Kisah Pohon Apel beserta Kuis/pertanyaan nya"
Posting Komentar